
Cinta bagaikan aliran sungai yang akan berhenti di sebuah muara. Namun, muara itu tidak akan berhenti begitu saja. Mengalir menuju samudera yang penuh dengan kekuatan. Sama seperti sebuah kehidupan. Kehidupan akan terus berjalan seiring mentari menyinari bumi. Seindah menyinari malam hari dan sesejuk angin menusuk kulit. Hidup tidak akan berhenti begitu saja meskipun raga itu telah tak bernyawa lagi. Kehidupan disana, kehidupan yang kekal abadi. Tak pernah tahu akan berakhir segala pembalasan semasa hidup.
Tanpa cinta hidup seperti hampa. Kosong tak berarti. Sepi seperti sunyinya malam. Gelap bagai gua tak berpenghuni. Tak seindah pelangi ketika senja. Tak sebening embun ketika beranjak menghilang dengan datangnya senyuman mentari. Cinta pula yang memberikan kekuatan di saat kita rapuh. Rapuh akan badai kehidupan yang terus mendera raga. Cinta memang sebuah bayangan. Seperti angin. Tak bisa di lihat, namun begitu kuat kekuatan yang dia bawa hingga mampu menusuk hati ketika cinta membawa angin kejahatan.
Cinta itu seperti nasi, memberikan kekuatan dalam setiap kita melangkah. Cinta juga seperti jeruk. Memang manis bila kita merasakan indahnya cinta. Namun, begitu asam bila kita merasakan pahitnya cinta. Cinta mampu menjelma bagaikan sayuran. Kita bisa memberinya warna sesuai dengan selera kita. Cinta selalu memberikan kesempurnaan seperti setetes susu. Biar pun hanya satu tetes, namun cinta tetap memberi kesempurnaan dalam kehidupan yang fana. Berselimut kesemuan dan berakar maya.
Tanpa cinta hidup seperti hampa. Kosong tak berarti. Sepi seperti sunyinya malam. Gelap bagai gua tak berpenghuni. Tak seindah pelangi ketika senja. Tak sebening embun ketika beranjak menghilang dengan datangnya senyuman mentari. Cinta pula yang memberikan kekuatan di saat kita rapuh. Rapuh akan badai kehidupan yang terus mendera raga. Cinta memang sebuah bayangan. Seperti angin. Tak bisa di lihat, namun begitu kuat kekuatan yang dia bawa hingga mampu menusuk hati ketika cinta membawa angin kejahatan.
Cinta itu seperti nasi, memberikan kekuatan dalam setiap kita melangkah. Cinta juga seperti jeruk. Memang manis bila kita merasakan indahnya cinta. Namun, begitu asam bila kita merasakan pahitnya cinta. Cinta mampu menjelma bagaikan sayuran. Kita bisa memberinya warna sesuai dengan selera kita. Cinta selalu memberikan kesempurnaan seperti setetes susu. Biar pun hanya satu tetes, namun cinta tetap memberi kesempurnaan dalam kehidupan yang fana. Berselimut kesemuan dan berakar maya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar